
BatamMetroKriminal,-Bea Cukai membantah keras dugaan penganiayaan yang menyeret nama Kepala Kantor Bea Cukai Batam terhadap bawahannya yang berinisial RI, merupakan anggota penyidik.
Pihak Bea Cukai menilai video singkat yang beredar luas di media sosial tidak menampilkan peristiwa secara utuh dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Humas Bea Cukai, Mujiono,menegaskan bahwa narasi vidio yang berkembang tidak sesuai dengan fakta kejadian sebenarnya.
“Video yang beredar hanya potongan singkat dan tidak menggambarkan keseluruhan peristiwa. Tidak benar adanya tindakan penganiayaan seperti yang dituduhkan,” ujar Mujiono dalam keterangan resminya kepada rekan media.
Mujiono menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat Kepala Kantor Bea Cukai Batam tengah melakukan pemeriksaan terhadap para terperiksa dalam kasus penindakan hasil tangkapan Kodim di wilayah Tanjung Sengkuang.
Pemeriksaan dilakukan secara maraton dan cepat karena tingginya tekanan penanganan sejumlah kasus lain yang berlangsung bersamaan.
Untuk mendukung proses tersebut, pihak Bea Cukai menyiapkan aula khusus sebagai lokasi pemeriksaan. Dalam situasi tersebut, Kepala Kantor dinilai perlu memberikan arahan langsung guna memastikan kelancaran dan efektivitas pemeriksaan.
Namun, arahan tersebut disebut diabaikan oleh salah satu pegawai, sehingga Kepala Kantor memberikan teguran keras kepada penyidik yang bersangkutan.
“Perlu ditegaskan, tidak ada unsur penganiayaan dalam kejadian tersebut.
Teguran keras yang dilakukan merupakan bagian dari pembinaan atasan kepada bawahan dalam rangka pelaksanaan tugas,” tegas Mujiono.
Ia juga menambahkan, potongan video CCTV yang viral diambil tanpa konteks awal kejadian, sehingga memunculkan tafsir yang menyesatkan dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Bea Cukai memastikan bahwa peristiwa tersebut telah diselesaikan secara internal oleh pihak-pihak terkait sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku di lingkungan institusi.
“Bea Cukai menjunjung tinggi profesionalisme dan tidak membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.
Setiap permasalahan internal diselesaikan melalui prosedur resmi dan berjenjang,” ujarnya.
Pihak Bea Cukai juga mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang belum terverifikasi secara utuh.
Bea Cukai menyatakan terbuka terhadap klarifikasi dan siap memberikan penjelasan lengkap apabila dibutuhkan oleh aparat maupun pihak berwenang.
Lebih lanjut, KPU Bea Cukai Batam memastikan bahwa kesalahpahaman tersebut telah diselesaikan secara internal dan kekeluargaan pada hari yang sama. Kedua pihak telah saling memahami posisi masing-masing dan sepakat untuk kembali fokus menjalankan tugas.
Kedua belah pihak berkomitmen untuk tetap profesional dan melanjutkan penyelesaian kasus-kasus tangkapan besar yang sedang ditangani. Operasional pelayanan dan pengawasan Bea Cukai Batam kami pastikan tetap berjalan normal,”
Bahwa rekaman CCTV tersebut sengaja disebarkan untuk menyudutkan Kepala Kantor Bea Cukai Batam ujarnya
Hingga saat ini, Bea Cukai menegaskan seluruh aktivitas pelayanan dan pengawasan tetap berjalan normal, serta komitmen institusi dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik tetap menjadi prioritas utama.(Redaksi/hms)


















